Dosen Teknik Mesin Universitas Pamulang Terapkan Teknologi Monitoring AC untuk Tingkatkan Keandalan Fasilitas Masyarakat di Tangerang Selatan

news1070 Dilihat

PATRIOTNUSANTARANEWS.COM | TANGERANG SELATAN – Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang (Unpam) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui penerapan teknologi tepat guna berupa sistem monitoring kondisi dan pemeliharaan preventif fasilitas pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC). Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 ini dilaksanakan di Jalan Madrasah, RT 01/RW 03, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan.

Kegiatan tersebut melibatkan para pemuda usia produktif dan warga setempat, serta didukung oleh mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang. Tim pelaksana terdiri atas Dr. Ir. Achmad Maulana Soehada Sebayang, S.T., M.Si. selaku ketua PKM, bersama tiga mahasiswa sebagai anggota tim, yaitu Damaskus Hendro Naiheli, Intan Rika Yola Kalalo, dan Mersiana Deta Jiman.

Program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengelolaan fasilitas pendingin ruangan yang selama ini masih dilakukan secara konvensional. Pemeliharaan AC umumnya baru dilaksanakan setelah terjadi kerusakan atau muncul keluhan dari pengguna, seperti ruangan tidak dingin, kebocoran air, suara mesin yang tidak normal, maupun penurunan kinerja pendinginan. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aktivitas pelayanan masyarakat serta meningkatkan biaya perbaikan akibat keterlambatan dalam mendeteksi gangguan pada peralatan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya para pemuda, mengenai pentingnya pemeliharaan fasilitas pendingin. Kami juga mendorong perubahan pola pemeliharaan dari corrective maintenance, yaitu perawatan setelah terjadi kerusakan, menuju preventive maintenance, yaitu pemeliharaan preventif yang dilakukan secara terencana dan berkala,” ujar Achmad.

Ia menambahkan bahwa keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pemuda untuk mengembangkan kemampuan teknis secara mandiri. Selain meningkatkan wawasan di bidang teknik mesin, pengetahuan tersebut juga berpotensi membuka peluang keterampilan dan usaha di bidang jasa perawatan serta pemeliharaan AC (air conditioning maintenance).

Dalam pelaksanaannya, tim PKM memperkenalkan sistem monitoring kondisi fasilitas pendingin berbasis teknologi tepat guna. Sistem ini dirancang untuk membantu mitra melakukan pemantauan kondisi peralatan, pencatatan hasil pemeriksaan, serta dokumentasi riwayat pemeliharaan secara lebih sistematis. Teknologi yang diterapkan juga mempertimbangkan aspek kemudahan penggunaan agar dapat dioperasikan oleh mitra sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan di lapangan.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami cara penggunaan sistem monitoring, tetapi juga mampu mengenali gejala awal gangguan pada fasilitas pendingin. Dengan demikian, tindakan pemeliharaan dapat dilakukan lebih dini sebelum terjadi kerusakan yang lebih serius.

Pada kesempatan yang sama, Galang Ahmad Prasetiyo selaku Ketua Pemuda Mandiri Berkarya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PKM yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya para pemuda yang memperoleh kesempatan untuk mengenal teknologi dan keterampilan baru di bidang pemeliharaan fasilitas pendingin.

“Bagi kami, ini merupakan sebuah kehormatan karena wilayah kami mendapat kunjungan dari civitas akademika Universitas Pamulang. Banyak ilmu dan pengetahuan yang kami peroleh. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk masyarakat. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antara perguruan tinggi dan warga. Kami berharap Universitas Pamulang dapat terus berkiprah dan mendedikasikan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat,” ungkap Prasetiyo.

Melalui kegiatan ini, tim PKM Universitas Pamulang berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola dan memelihara fasilitas yang dimiliki.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi dan penerapan teknologi yang tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.(Arfn)

banner 970x150 banner 970x150 banner 970x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *