PATRIOTNUSANTARANEWS.COM | JAKARTA – Ketua SAPMA Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Gerald Purba, menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi politik nasional dan dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah video yang beredar pada Kamis, 5 November 2026.
Dalam pernyataannya, Gerald membuka dengan salam lintas agama, lalu mengajak pemuda, mahasiswa, dan seluruh rakyat Indonesia untuk menyikapi apa yang ia sebut sebagai persoalan kedaulatan bangsa.
Isi Pernyataan Sikap :
Gerald menilai, dugaan skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden bukan sekadar persoalan kejahatan ITE. Menurutnya, hal tersebut merupakan persoalan serius terkait hukum dan konstitusi.
Ia juga mengklaim bahwa alat intelijen milik negara yang dibeli dari pajak rakyat, menurutnya, justru diduga disalahgunakan oleh oknum untuk memata-matai kepala negara dan menghancurkan barang bukti. Klaim tersebut merupakan pernyataan dari Gerald dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi.
Dalam video itu, Gerald juga mempertanyakan mengapa dalam pemberitaan yang beredar, Presiden, menteri, dan pengusaha disebut sebagai pihak yang disadap, sementara nama Wakil Presiden disebut tidak tersentuh. Ia menyebut hal itu sebagai pertanyaan terbuka yang perlu dijawab.
Tiga Tuntutan SAPMA PP DKI Jakarta.
Gerald menegaskan tidak ada kata kompromi dan menyampaikan tiga tuntutan:
*1.* Meminta Bareskrim Polri untuk tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar seluruh aktor intelektual serta pembuat skenario politiknya.
*2.* Menghukum para pelaku dengan sanksi pidana paling maksimal.
*3.* Membersihkan dan mengaudit total seluruh fasilitas alat sadap milik negara dari oknum-oknum yang disebutnya sebagai pengkhianat.
Seruan untuk Pemuda dan Mahasiswa
Selain itu, Gerald menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa, pemuda, dan seluruh kader SAPMA Pemuda Pancasila di DKI Jakarta untuk merapatkan barisan, menyatukan komando, dan mengawal proses hukum hingga ke akar-akarnya. “Jika hukum diam, maka pemuda yang akan bersuara. Jika negara dalam bahaya, maka saya selaku Ketua SAPMA Pemuda Pancasila DKI Jakarta akan pasang badan di garis terdepan,” ujar Gerald dalam video tersebut.
Ia menutup pernyataannya dengan kalimat, “Pancasila Abadi. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang. NKRI Harga Mati.”(Hrr/Arfn)







