Dosen Teknik Mesin Unpam Berdayakan Pemuda Cileungsi melalui Pelatihan Pemanfaatan Baterai Bekas Laptop

news1069 Dilihat

PATRIOTNUSANTARANEWS.COM | BOGOR – Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang (Unpam) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna. Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Baterai Bekas Laptop menjadi Paket Baterai 18 V Kompatibel LXT untuk Meningkatkan Keterampilan Pemuda Usia Produktif” ini berlangsung pada 16 Oktober 2026 di Kampung Bakom, RT 005/RW 005, Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para pemuda usia produktif dan warga setempat, serta melibatkan mahasiswa Teknik Mesin Universitas Pamulang. Tim pelaksana terdiri atas Muhammad Isro Diyanto, S.T., M.T., selaku ketua PKM, bersama Asep Saepudin dan Isa Mulyajaya Anugerah sebagai anggota tim. Kegiatan ini juga melibatkan Dr. Ir. Achmad Maulana Soehada S., S.T., M.Si. sebagai instruktur.

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memanfaatkan baterai bekas laptop yang masih memenuhi persyaratan teknis untuk dikembangkan menjadi paket baterai 18 V yang kompatibel dengan platform LXT. Melalui pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada potensi pemanfaatan limbah elektronik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Ketua PKM, Muhammad Isro Diyanto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga perlu hadir secara langsung untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada para pemuda agar mereka memiliki bekal keahlian atau hard skill di bidang teknologi dan manufaktur. Salah satu caranya melalui pelatihan pemanfaatan baterai bekas laptop menjadi paket baterai 18 V kompatibel LXT. Produk ini dirancang sebagai sumber energi untuk peralatan kerja berbasis baterai, seperti bor baterai, gerinda baterai, dan impact wrench yang sesuai dengan spesifikasi teknisnya,” ujar Isro.

Ia menambahkan, keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi para pemuda untuk mengembangkan kemampuan secara mandiri, bahkan membuka peluang usaha di bidang perakitan dan layanan baterai. Namun, Isro menegaskan bahwa pemanfaatan baterai bekas tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Sebelum melakukan perakitan, masyarakat perlu memahami karakteristik baterai lithium-ion, cara memeriksa kondisi sel, serta prosedur keselamatan kerja.

“Tidak semua baterai bekas laptop dapat digunakan kembali. Karena itu, sebelum masyarakat melakukan perakitan secara mandiri, kami memberikan edukasi dan pelatihan terlebih dahulu. Peserta perlu memahami proses pemeriksaan, seleksi sel baterai, penggunaan sistem perlindungan baterai atau Battery Management System (BMS), hingga pengujian produk. Aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pengenalan komponen baterai lithium-ion, pemeriksaan kondisi fisik dan tegangan sel, pemilihan sel yang masih layak, serta prinsip perancangan paket baterai. Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya pengujian kualitas dan keselamatan sebelum produk digunakan. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini membawa pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Baterai bekas laptop yang masih memenuhi persyaratan dapat dimanfaatkan kembali, sedangkan sel yang rusak atau tidak layak harus ditangani melalui jalur pengelolaan limbah baterai yang sesuai.

Pada kesempatan yang sama, Sutaryono selaku Ketua RT setempat menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PKM yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi warga, terutama para pemuda yang memperoleh kesempatan untuk mengenal teknologi dan keterampilan baru.

“Bagi kami, ini merupakan sebuah kehormatan karena wilayah kami mendapat kunjungan dari civitas akademika Universitas Pamulang. Banyak ilmu dan pengetahuan yang kami peroleh. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk masyarakat. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antara perguruan tinggi dan warga. Kami berharap Universitas Pamulang dapat terus berkiprah dan mendedikasikan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat,” ungkap Sutaryono.

Melalui kegiatan ini, tim PKM Universitas Pamulang berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi keterampilan produktif yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Program pemanfaatan baterai bekas laptop menjadi paket baterai 18 V kompatibel LXT ini juga menjadi salah satu contoh penerapan ilmu Teknik Mesin dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan pendampingan yang tepat, penguasaan teknologi, dan penerapan standar keselamatan, para pemuda diharapkan mampu mengembangkan kompetensi teknis serta memanfaatkan peluang ekonomi dari pengolahan sumber daya yang masih memiliki nilai guna.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.(Arfn)

banner 970x150 banner 970x150 banner 970x150

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *