PATRIOTNUSANTARANEWS.COM | JAKARTA – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) genap berusia 66 tahun. Perjalanan panjang ini menegaskan bahwa PMII tidak lagi berada pada fase merumuskan arah dan jati diri organisasi, melainkan harus mampu menunjukkan kualitas kader yang berdaya saing serta berdampak nyata.
Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-66 ini tidak boleh lagi dimaknai sekadar seremonial. Di tengah melemahnya kaderisasi, PMII dituntut segera berbenah dengan memperkuat regenerasi serta merapikan arah gerakan. Ini menjadi titik penting bagi kader untuk membenahi pola pikir, komitmen, dan peran, agar PMII tidak hanya aktif secara kegiatan, tetapi juga kuat dalam kontribusi nyata di masyarakat.
Saat ini, tantangan terbesar bukan sekadar menjaga eksistensi organisasi, melainkan bagaimana menjadikan PMII sebagai ruang tumbuh yang benar-benar melahirkan kader berkualitas. Kader PMII harus mampu membuktikan bahwa mereka bukan bagian dari budaya ikut-ikutan, tetapi hadir dengan kesadaran, gagasan, dan aksi yang membawa perubahan.
Saya Dina Fikriyah selaku ketua komisariat pmii unis menegaskan bahwa pembenahan kader menjadi kunci utama ke depan. “PMII harus menjadi tempat lahirnya kader yang punya arah, punya kapasitas, dan punya dampak. Kalau tidak berbenah, kita akan tertinggal dan kehilangan kepercayaan,” ujarnya.
Dalam rangkaian Harlah ke-66, berbagai langkah konkret dilakukan sebagai upaya membangun kultur organisasi yang lebih sehat dan produktif. Mulai dari penguatan kedisiplinan kader, peningkatan kualitas internal, hingga keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Langkah ini diarahkan agar kader terbiasa hadir membawa solusi, bukan hanya menjadi bagian dari keramaian organisasi.
Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi untuk menarik minat generasi muda agar tidak ragu berorganisasi. PMII ingin menunjukkan bahwa organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang untuk berkembang, belajar, dan memberikan dampak nyata.
Harlah ke-66 ini menjadi penegasan bahwa masa depan PMII ditentukan oleh keseriusan kadernya hari ini. Dengan pembenahan yang konsisten, PMII diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya aktif, tetapi juga berintegritas, progresif, dan berdaya guna bagi masyarakat.(*/Arfn)







