Jembatan Kalibaru Ambles, Lalu Lintas Truk Berat Picu Sorotan Warga Sepatan–Pakuhaji

news1008 Dilihat

PATRIOTNUSANTARANEWS.COM | KAB TANGERANG — Amblesnya Jembatan Kalibaru di wilayah Sepatan–Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, memicu kekhawatiran warga sekaligus menyoroti lemahnya pengawasan terhadap lalu lintas angkutan berat di kawasan tersebut. Hingga kini, kendaraan kontainer dan truk tanah dilaporkan masih melintas, meski kondisi infrastruktur dinilai tidak lagi memadai.

Sejumlah warga dan mahasiswa telah beberapa kali menyampaikan aspirasi melalui aksi lapangan, pemasangan spanduk, hingga audiensi dengan pihak terkait. Mereka menilai penegakan aturan mengenai pembatasan jam operasional kendaraan berat belum berjalan optimal.

“Regulasi sebenarnya sudah ada, tetapi implementasinya belum terlihat konsisten. Kami berharap ada langkah nyata untuk melindungi keselamatan warga,” ujar salah satu tokoh masyarakat Sepatan, Kamis (24/4/2026).

Tekanan Beban Kendaraan dan Dampak Infrastruktur
Warga mengungkapkan bahwa intensitas kendaraan berat, terutama dari arah kawasan industri Laksana, berkontribusi terhadap penurunan kualitas jalan dan jembatan. Amblesnya Jembatan Kalibaru disebut sebagai indikasi adanya tekanan beban berlebih yang tidak sebanding dengan kapasitas infrastruktur yang tersedia.

Selain kerusakan fisik, dampak lain yang dirasakan masyarakat meliputi kemacetan, debu, serta getaran yang berpotensi merusak bangunan rumah di sekitar jalur tersebut.

Kekhawatiran Keselamatan Publik
Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran akan potensi kecelakaan, khususnya pada jam sibuk ketika aktivitas pelajar dan pekerja meningkat. Warga berharap adanya pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan yang melintas, termasuk penegakan aturan jam operasional sesuai ketentuan yang berlaku.

Beberapa pihak masyarakat juga menyoroti perlunya koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Perhubungan dan kepolisian, guna memastikan keselamatan pengguna jalan.

Dorongan Langkah Penanganan
Sebagai bentuk aspirasi, warga menyampaikan sejumlah usulan, antara lain penghentian sementara lalu lintas kendaraan berat di jalur terdampak hingga perbaikan selesai, peningkatan pengawasan di titik rawan, serta evaluasi jalur distribusi bagi kendaraan industri agar tidak melewati kawasan permukiman.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang maupun pihak kepolisian terkait langkah penanganan amblesnya Jembatan Kalibaru dan pengaturan lalu lintas kendaraan berat di wilayah Sepatan–Pakuhaji.

Pihak redaksi membuka ruang konfirmasi dan klarifikasi dari instansi terkait guna melengkapi informasi dalam pemberitaan ini sesuai prinsip keberimbangan dan akurasi.(*/Arfn)

banner 970x150 banner 970x150 banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *