PATRIOTNUSANTARANEWS.COM | KOTA TANGERANG – Kekuatan sosial di Tangerang Raya berubah, LSM Komando Corong Aspirasi Rakyat kini tampil lebih solid, lebih tajam, dan lebih berani setelah resmi bersinergi dengan tokoh-tokoh kunci dari Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Kota Tangerang.
Langkah ini bukan sekedar penguatan struktur, melainkan konsolidasi kekuatan rakyat berbasis hukum, massa, dan kearifan lokal dalam satu barisan perjuangan.
Dua figur sentral yang selama ini menjadi pilar Forkabi kini resmi berada di lingkar inti LSM Komando.
H. Toing, Ketua MPOD Forkabi Kota Tangerang dan mantan anggota parlemen, dipercaya sebagai Ketua Dewan Pembina-menjadi penjaga arah perjuangan agar tetap berpihak pada rakyat.
Drs. H. Mustafa Kamal, M.Pd., M.M., Sekretaris MPOD Forkabi sekaligus Sekretaris Bamus Maskot, mengemban posisi Ketua Dewan Pakar-mengawal setiap langkah dengan kajian intelektual dan strategi yang terukur.
Ketua Umum LSM Komando, M. Omar Rodhi, S.H., mengatakan bahwa sinergi ini lahir dari hubungan panjang yang kini diperkuat dalam satu visi besar.
“Ini bukan sekedar kolaborasi. Ini adalah konsolidasi kekuatan. Kami menyatukan pengalaman, jaringan, dan keberanian untuk memastikan rakyat tidak lagi sendirian menghadapi ketidakadilan,” kata Omar Rodhi kepada awak media di Posko Komando Neglasari, Kamis (2/4/2026).
Sinergi LSM Komando dan FORKABI langsung menunjukkan daya tekan nyata di lapangan. Perpaduan kekuatan advokasi hukum dan basis massa menciptakan tekanan kuat dalam mengawal kebijakan publik.
Dengan fokus gerakan yaitu Pengawasan Infrastruktur, tidak ada lagi proyek asal jadi. Setiap pembangunan akan dikawal agar transparan, tepat mutu, dan tepat sasaran. Rakyat kecil tidak boleh kalah. Pendampingan hukum akan diperkuat untuk melawan praktik ketidakadilan. Aksi Kemanusiaan, Program “Berbagi Walau Sedikit” terus digelorakan sebagai bukti bahwa gerakan ini hadir, nyata, dan menyentuh langsung ke masyarakat.
Kolaborasi ini dinilai sebagai simbol kuat bersatunya intelektualitas (kepala) dan nurani rakyat (hati). Kombinasi yang selama ini jarang bersatu, kini hadir sebagai kekuatan baru yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Masih kata omar Rodhi, LSM Komando kini bukan hanya organisasi-melainkan rumah perjuangan, tempat suara rakyat dikawal, diperjuangkan, dan diperkuat.
“Ketika kekuatan hukum berpadu dengan kewibawaan tokoh masyarakat, maka yang lahir adalah keberanian kolektif. Dan itu artinya, suara rakyat tidak akan pernah bisa dibungkam,” pungkasnya.(Mchf)







